Pumpkin, terimakasih atas pelajaran pengenalan dirinya..

May 2nd, 2007 by indrafebriansyah

Pernahkah
terpikir olehmu bagaimana kamu telah membuatku…

Terkejut
senang menerima balasan sms pertamamu,

Malas
keluar rumah demi menunggu dirimu muncul di depan komputerku,

Menghabiskan
7 jam sehariku untuk ngobrol denganmu mengenai hal-hal penting sampai
kurang penting, dan membuatku tersenyum seharian,

Bahagia
karena ternyata kita banyak kesamaan, dan aku menemukan banyak hal
menarik darimu,

Berangan-angan
tentangmu, apa rasanya menyentuh dirimu,

Terbuai
oleh kata-katamu yang menyemangati di hari-hari sepiku,

Merasa
begitu yakin kalau aku sudah menemukan belahan jiwaku,

Mengucapkan
hal-hal yang tidak pernah terpikirkan olehku sebelumnya, seperti
”menikahlah denganku”,

Merencanakan
masa depan bersamamu,

Menjadi
yakin untuk pulang ke tanah air, serta melupakan kemungkinan untuk
meraih kesempatan kerja di luar negeri,

Terkulai
sedih setiap kali aku harus membatalkan kepulanganku karena
permasalahan beasiswa,

Bahagia
luar biasa pada saat pertama kali aku melihat matamu, dan senyummu
secara nyata,

Merasakan
kenyamanan bak di surga saat aku menyentuhmu,

Mengalami
kemacetan paling menyenangkan di Jakarta bersamamu,

Lega
setelah menciummu,

Bahagia
menghabiskan hari-hari indah bersamamu,

Tetap
semangat berusaha saat kau memintaku untuk bersabar,

Mulai
merasa tidak aman saat aku tahu kenyataan bahwa masih ada dia di
kehidupanmu,

Ingin
membantumu dengan ikhlas mengatasi permasalahan-permasalahanmu,
meskipun aku tak pernah mengerti apa masalahmu,

Mencoba
mengerti kehidupanmu yang cukup baru buatku,

Bertoleransi
dengan gaya hidupmu meskipun itu cukup menggangguku,

Melupakan
segala perbedaan dan menyesuaikan diriku untukmu karena aku sangat
mencintaimu,

Kecewa
saat aku pikir aku berhak mendapat perhatianmu, namun kamu tidak
mengerti kalau itu hal yang wajar untuk diminta oleh orang yang kamu
bilang sayang,

Berusaha
sabar dan mengalah, karena aku sangat mencintaimu,

Tidak
berani membahas atau menyelesaikan masalah dengan komunikasi karena
kamu tidak nyaman dengan pembicaraan itu,

Terus
berusaha mencarimu meskipun kamu tidak mencariku,

Mengubah
siklus hidupku demimu,

Sakit
hati dan menangis saat aku menemukan dirinya di kamarmu,

Menyalahkan
diriku sendiri atas kenyataan pahit yang harus aku terima,

Mulai
hilang arah, dan kehilangan kepercayaan diriku,

Mulai
tidak yakin kalau kamu memang sayang padaku seperti yang pernah kamu
bilang,

Berusaha
sekuat tenaga memperjuangkanmu sampai aku melupakan cita-citaku,
mimpi-mimpiku, kesehatan jiwaku, harga diriku…, karena kamu pantas
diperjuangkan,

Bangun
dengan perasaan sakit di dada,

Tidak
bisa tidur karena memikirkanmu, dan menunggu kabar darimu,

Menantimu,
terus menantimu dengan resah, namun kau tak kunjung datang,

Merasa
digantungkan,

Kehilangan
semangat hidup,

Merasa
kalau kamu orang yang berbeda dari yang pernah aku kenal saat kita
jauh,

Berusaha
mencintaimu dengan ikhlas, tanpa memikirkan kebutuhanku akan cintamu,

Sadar
kalau kamu tidak mencintaiku (lagi),

Kecewa
dan sedih atas kata-katamu yang menyalahkan keadaan tanpa sadar bahwa
keadaan itu kita yang buat dan kita juga yang bisa meluruskannya,

Bingung,
linglung, hilang, karena aku tidak pernah mengerti apa sebenarnya
yang menjadi masalah buatmu,

Memutuskan
untuk meninggalkanmu,

Tidak
bisa berpaling darimu,

Mencoba
menjalani hari dengan pengganti dirimu,

Tak
bisa lepas dari angan-angan tentangmu,

Mencoba
berpikir rasional bahwa kamu memang bukan untukku, tapi tak dapat
kupungkiri bahwa hatiku sangat menginginkanmu,

Sedih
saat bertemu denganmu, dan aku tak bisa memelukmu,

Sakit
menerima kenyataan bahwa selalu ada dia yang menemanimu, bukan
diriku,

Sedih
dan kecewa dengan perkataanmu yang menyalahkan perlakuanku yang kau
nilai tidak mau mengerti dirimu,

Bingung
mengartikan kata-katamu,

Menyalahkan
diriku sendiri,

Mencoba
bangkit dengan kesibukanku dan teman-temanku,

Mencoba
menjalani hari dengan penggantimu,

Berhasil
melupakanmu,

Sedih
lagi dengan gunjingan kamu dan teman-temanmu,

Sedih
dengan anggapan-anggapanmu tentangku,

Merasa
tidak aman dengan konsep dan lingkaran pertemananmu,

Lega
pada akhirnya kita bisa berdamai,

Berusaha
berpikir rasional, sampai aku menemukan bahwa kesalahan bukan padaku,

Menemukan
kembali semangat hidupku,

Mengikhlaskan
hatiku bahwa kamu memang bukan yang terbaik untukku, bahwa yang
terbaik untukku akan datang pada waktu yang tepat…

Dulu
saya pernah bilang, kalau saya memilih memahami cinta dengan
menikmatinya bukan dengan mengalami sakitnya… Hmm dari pengalaman
ini, saya masih berpendapat sama, karena pengalaman sakit hati saya
karena pumpkin tidak mengajarkan saya untuk memahami cinta, tapi
mengajarkan saya untuk lebih mengenal diri sendiri..

 

Belajar Budaya Italia

February 10th, 2007 by indrafebriansyah

Campione_7
Satu tahun lebih saya
tinggal di Italia, sebelumnya juga satu tahun saya pernah tinggal di Italia
bersama keluarga Italia. Sepertinya sudah pantas bagi saya untuk membuat
penilaian mengenai negara ini.

Tidak dapat disangkal bahwa
Italia memiliki kota-kota terindah di dunia. Bahkan saya berani berikrar,

“Setelah saya mengunjungi
satu per satu kota-kota di Italia, kota-kota di eropa lainnya jadi terlihat
sangat biasa-biasa saja..”

Sebut saja,

Dsc00044
Roma
, kota
yang memilliki nilai sejarah yang tidak dimiliki kota-kota lain di dunia. Kota
ini mulai ditemukan pada tahun 753 SM. Berarti umurnya sudah mencapai kurang
lebih 2800 tahun, dan dengan mengagumkan, peninggalan bangunan dari 2800 tahun
yang lalu masih dapat kita lihat di Roma. Setiap sudut kota ini seakan mampu
bercerita dan membuat sang penikmat budaya terbuai dengan kekayaan dan
keindahannya.

Dsc00035
Firenze/Florence
, ibu kota seni dan budaya. Kota ini disebut-sebut sebagai kota terindah
di dunia pada zaman Renaissance, tidak heran karena disinilah pusat dan awal berdirinya
budaya Renaissance Eropa yang penuh dengan penemuan, peninggalan seni dan
budaya yang megah.

Dsc00203
Venezi
a,
tiada kata yang mampu menggambarkan keindahan Venezia. Saya tidak akan menunjuk
satu gedung atau satu monumen yang bisa menggambarkan keindahan Venezia, karena
setiap sudut kotanya indah. Satu-satunya kota di dunia yang berdiri diatas air
dengan fondasi tiang pancang kayu, dan masih berdiri setelah lebih dari 900
tahun.

Dsc00058
Torino
, tempat
tinggal raja-raja Italia sebelum Italia menjadi negara republik. Kota yang kaya
itu cukup untuk menggambarkan Torino.


Dsc00136
Siena
,
saingan Firenze pada zaman renaissance sebagai pusat seni dan budaya. Kota ini
dibangun pada zaman medieval ( abad pertengahan) dan masih berdiri kokoh sampai
sekarang. Keindahan bangunan peninggalan masa itu serta nilai budaya yang
tinggi membuat kota ini sangat menarik untuk dikunjungi.


Dsc00073
Perugia
, sebuah benteng
besar yang didalamnya terdapat sebuah kota.
Pernah nonton LOTR? Inget kota
Rohan? Nah inilah Perugia,berdiri diatas gunung
dengan benteng yang menjulang serta bangunan yang kokoh, membuat kota pelajar ini menjadi salah satu kota paling unik yang pernah saya kunjungi.

Dsc00113
Assisi
, Keindahan
arsitektur kota ini mengagumkan. Menghabiskan waktu disana bagai berada di abad
pertengahan.

Masih banyak lagi kota-kota
kecil di Italia yang tidak kalah cantik dibanding kota-kota besarnya.
Tapi sepertinya
forum ini tidak akan cukup untuk menggambarkan semuanya..



Keindahan alam Italia pun sampai saat ini masih menjadi yang terindah
yang pernah saya kunjungi.
Menikmati
alam Italia bagai berada di sebuah lukisan, sebut saja,

Xsardegna_21
Pantai-pantai di Sardinia
, Sampai sejauh yang saya kunjungi, belum ada yang
mengalahkan kejernihan air serta kebersihan pantai di Sardinia. Air yang tenang
serta pasir yang putih, bahkan beberapa pantai memiliki pasir merah jambu,
membuat siapapun yang menikmatinya terasa di surga.

Dsc00041
Pemandangan alam Toscana
, Kalau melihat lukisan pemandangan yang indah dengan
rumah-rumah kecil, kebun anggur, atau kebun bunga matahari, dan topografi yang
agak berliku… itulah Toscana (Tuscany).


Dsc00022
Pegunungan Alpen di Piemonte
, karena dibesarkan di negara tropis, jadi buat saya
pegunungan salju adalah hal paling mengagumkan yang pernah saya lihat..


Capri_island_1
Pulau Capri
,
luar biasa menyenangkan melihat ratusan orang kaya dengan Yacht pribadinya
serta resort yang super mewah, serta pemandangan laut yang mengundang decak
kagum terkumpul di sebuah pulau.

 



Masakan khas Italia,
hmmmmhmmmm.. Lupakan Spaghetti House, Pizza Hut, atau restoran-restoran yang
mengaku Italia di Jakarta. Makanan disini jauh lebih enak.

Spaghetti alle Vongole, pasta
alla melanzana, grigliata di pesce, pasta al forno, zucchine ripiene, hmmmm…
satu-satunya makanan khas eropa yang mampu mengalahkan kelezatan makanan Asia.

 

Itu semua yang indah-indah, Italia ngga cuman menyimpan keindahan itu.

Ada yang namanya
Ketidakramahan, culas, ngga mau disalahin, rasis, pemarah, sinis, lelet, Ngotot
berlebihan, suka cari pembenaran atas segala macam kesalahan, cari aman,
pemalas, antipati, memandang rendah orang lain, membantak-bentak, berkata
kasar, dan masih ada beberapa hal lainnya.

Saya tentunya belajar banyak setelah satu tahun tinggal disini. Saya
belajar budaya Italia,

  1. Ngotot serta
         marah-marah itu wajib hukumnya jika ingin mendapatkan hak kita.
  2. Sabar itu tidak ada gunanya, hanya akan
         menyakiti diri sendiri.
  3. Senyum hanya
         bisa digunakan pada kerabat terdekat, pada orang lain haram hukumnya.
  4. Negative
         thinking-lah terlebih dahulu sebelum kecewa.
  5. Meminta maaf
         is a big no no, cari berbagai pembenaran yang masuk akal, atau yang paling
         tidak masuk akal atas kesalahan yang telah kita lakukan.
  6. Tindas orang sebelum kita ditindas.
  7. Diam itu
         bukan emas, diam itu sama dengan bodoh!
  8. Peduli akan
         kesulitan orang lain hanya akan menyulitkan diri sendiri.
  9. Tampil se-mahal dan se-trendi mungkin untuk
         menghindari rasisme.
  10. Kerja keras itu bodoh, kalau bisa santai kenapa
         harus kerja keras.

 

Tak terasa, banyak juga yang
saya pelajari dari budaya Italia, dan saya sama sekali tidak bangga telah
mempelajarinya..

 

Pada akhirnya saya sampai
pada kesimpulan,

 

Italia itu indah tanpa Orang Italia

Jangan bangunkan saya dari mimpi ini.. Sorento, Capri

September 18th, 2006 by indrafebriansyah

Capri_island
Dulu hobi saya adalah menontonE! Entertainment, dimana salah satu
episodenya adalah liputan mengenai Tempat Liburan Favorit Para Selebriti Dunia.

 

Dalam tayangan itu disebut sebut Pulau Capri sebagai salah satu tempat liburan favorit para
selebriti dan jetset dunia, termasuk para Sheik Arab, Putri Caroline dari
Monaco, Monica Bellucci, Francesco Totti, dan Mariah Carey yang sempat merekam
Against All Ods di Pulau ini..

 

Saya bermimpi berada di Pulau itu…

 

Tentu saja saya bukan golongan para jetset tersebut, saya juga tidak
memiliki Yacht pribadi yang bisa mengantarkan saya kesana..

 

Tapi saya punya keberuntungan.. Akhir Juli 2006 Seorang teman, saya
menyebutnya Sinterklas. Kebetulan saat itu dia sedang kesepian… Saat kesepian, hasrat untuk berliburnya meninggi, mungkin setinggi hasrat melacurnya.., dan dia bersedia mengajak 3
mahasiswa kere Kota Roma untuk berlibur di Pulau Capri.

“Tapi kita
nginepnya di Sorento ya, biar murah..”
ujarnyaTak apalah Sorento – Capri hanya 20 menit naik kapal.. Lagi
pula kan kita mahasiswa murahan yang dibayarin, masa protes?

 

Perjalanan menuju Sorento seharusnya hanya membutuhkan kurang dari 3 jam,
tetapi karena Sinterklas yang nyetir, jadi perjalanan waktu itu memakan hampir
4 jam.. Maklum biasa di Kutub Utara..

 

Gus_7
Singkat kata, Sorento Kota yang sangat menyenangkan untuk musim panas,
penuh turis, penuh kehidupan, penuh matahari…

Sinterklas dan 2 mahasiswa
Indonesia lainnya sibuk melindungi diri dari sinar matahari, dan tiada hentinya
mengambil foto-foto diri…

Inilah fenomena generasi muda Indonesia sejak
ditemukannya Kamera Digital, lebih mewabah lagi sejak ditemukannya situs ini,
iya ini.. Friendster!!! Cawpee, Dweeehhh….

 

Saya sibuk berhayal… “Andai saya disini bersama dia…”

 

Besoknya kami ke Pulau Capri.. Seisi pulau kami jelajahi dalam sehari
penuh, berikut kata-kata yang sempat saya ucapkan di Pulau ini..:

  • “Wahhh indah ya…”
  • “Ih kalian ngapain sih ke pantai kok malah nongkrong neduh di warung??”
  • “Gue berenang dan berjemur dulu yaahh..”
  • “Eh kita boat trip yuukk, 2 jam keliling Pulau, bayar sendiri-sendiri deehh..”
  • “Wahhh, edan itu Yacht-nya mewah bangeettt!!..”
  • “Ih gila banyak banget ya orang kaya disini, Yacht-nya banyak banget, eh tuh liat
         Yacht-nya punya orang Arab tuh, Pantesan GEDONG!! Pasti juragan minyak deh..”
  • “Eh Sinterklas, kok diem aja? Aduuuhhh repot Sinterklas mabok laut!!”
  • “Eh kita naik Funicular yuuk, sampe atas bukit..”
  • “Edan pemandangannya disini, keren bangettt!”
  • “Busyeet deh Pulau sekeci ini toko-tokonya Bulgari, Valentino, Prada, edaaann, ih liat tuhh
         istri2 sheik arab lagi belanja! Itu bodyguardnya tuhh, kesian ya panas-panas pake jas..”
  • “Guys buruan ntar ketingalan kapal, jangan foto-foto mulu atuuhh..”
  • “Wah gue beruntung banget ya.. Ngga kebayang mahasiswa kere kaya gue bisa ngeliat yang
       beginian..”

 

Pulangnya memakan waktu lebih lama dari perginya, Sinterklas tadi siang
mabok laut soalnya…

 

Dalam perjalanan pulang saya bermimpi sekali lagi…

 

“Tuhan… Jika Engkau akan membangunkanku dari mimpi ini, pastikan aku
bangun dalam keadaan bersyukur…”

Ibu, Perjalanan, dan Balas Jasa

September 15th, 2006 by indrafebriansyah

Mom
Tiba saatnya saya membalas jasa ibu saya. Saya ingin mengajak ibu liburan
mengunjungi kota-kota terindah di Italia… bahkan mungkin terindah di dunia..

Liburan kali ini saya dedikasikan untuknya.

Beberapa hal yang harus saya sadari sebelumnya, ibu saya kini memiliki
beberapa kekurangannya, seperti:

- Ngga kuat jalan kaki lama

- Tidak hobi naik tangga (lebih karena alasan tidak kuat)

- Susah membedakan jalan dan landmark, sehingga mudah
tersesat

- Bukan fotografer handal

- Tidak bisa menahan saat ingin buang air

- Mudah panik

 

Namun Ibu saya termasuk perempuan luar biasa.. Terutama dalam hal
traveling. Dia sudah membuktikannya dengan berulang kali menjelajah eropa
sendiri.

 

Niat saya adalah ingin bikin ibu senang, ingin ibu merasakan kekaguman yang
sama dengan saya atas keindahan Kota-kota di Italia..

 

Kali itu itinerari kami adalah; Roma, Firenze(Florence), Siena, Pisa,
Venezia(Venice). Semua akomodasi telah saya persiapkan, hotel sudah dibooking,
begitu pula dengan tiket kereta api.

Sebagai catatan, semua kota-kota ini sudah pernah saya kunjungi sebelumnya,
bahkan saya sudah cukup hafal dengan seluk beluk kota-kota ini, sehingga
perjalanan kali ini saya dedikasikan untuk ibu saya.

 

Another_mother_and_son
Cuaca panas di akhir bulan Juni ternyata kurang menyenangkan buat ibu saya.
Dia jadi mudah lelah, sepatunya lecet karena kita musti berjalan panjang, AC di
salah satu hotel yang kami kunjungi mati, sehingga keindahan kota-kota yang
kami kunjungi sedikit memudar… Hebatnya ibu saya
tidak mengeluh!!

 

Meskipun saya tau dia lelah, tetapi dia selalu menunjukan ketertarikan pada
objek-objek yang dengan semangat saya tunjukan padanya.

 

Dia sudah cukup
banyak bertoleransi dengan rencana perjalanan yang telah saya susun, kali ini
saya yang harus bertoleransi dengan segala keterbatasannya…

 

Saya pun sadar ketertarikan kami pada suatu objek tidak akan sama, sebagai
contoh:

- Saya sangat mengagumi mahakarya arsitektur manusia, ibu
lebih menyukai alam yang indah.. Tetapi dia menunjukan ketertarikannya saat
kami mengunjungi Gereja Santa Maria Del Fiore di Firenze

- Saya sangat bersemangat untuk naik ke titik tertinggi
setiap kota yang saya kunjungi, meski harus antri dan menaiki ratusan anak
tangga, Ibu saya lebih suka boat trip melihat kota dari sungainya… Tetapi dia
bersedia untuk menunggu saya di bawah..

- Saya lebih suka menjelajahi kota dengan berjalan kaki,
ibu saya senang naik Tram… Tetapi dia bersedia untuk ikut berjalan kaki
mengikuti saya.

- Saya senang mencoba masakan lokal, ibu saya lebih suka
masakan yang kaya bumbu dan spicy… Tetapi dia bersedia untuk makan Bistecca
Fiorentina yang merupakan makanan khas Region Toscana.

 

Bahkan beberapa tahun silam pun, ketertarikan kami pada suatu objek tidak
sama:

- Ibu saya tidak terlalu hobi sama roller coaster, dan
hal-hal yang mengerikan lainnya, saya senang sekali waktu diajak ke
Disneyland… Ibu saya bersedia menunggu berjam-jam sampai saya puas naik Space
Mountain

- Ibu saya mengajak untuk ikutan Night Cruise melintasi
sungai Seine Paris, tetapi saya kecapean dan ngantuk… Kami berdua tetap di
kamar hotel malam itu, saya tidur dia menghitung sisa uang.

- Ibu saya mengajak untuk ikut jalan-jalan di Kota Denia
Spanyol, saya malas dan memilih untuk tetap di pantai… Ibu pulang dari Kota
dan membawakan saya kaos, celana renang dan kacamata hitam..

 

Saya merasa gagal… Perjalanan itu bahkan tidak setengahnya membalas jasa
ibu saya..

 

Seorang anak memang tidak akan pernah bisa membalas jasa orang tuanya… Satu-satunya
cara dia membalas jasa orang tuanya adalah dengan melakukan setidaknya kebaikan
yang sama pada anaknya kelak…

 

“Sekarang pertanyaannya… Kapan ya saya punya anak??”

RHCP, saya adalah orang yang dulu saya kagumi

September 12th, 2006 by indrafebriansyah

26
Kalau dulu saya mendengar seseorang melakukan pekerjaan sebagai peliput
konser, saya hanya bisa terdiam dengan gengsi meski dalam hati kagum serta iri luar biasa
pada orang itu… Kali ini saya menjadi
orang itu..

 

Akhir Mei, tepatnya tanggal 31 Mei 2006 Warner Music Indonesia mengirim
saya untuk meliput Konser Red Hot Chili Pepers di Barcelona.

Tawaran ini sampai pada saya sangat mendadak, 1 minggu sebelum konser.
Tiket konser pun baru ada di tangan 2 hari menjelang konser, tiket pesawat dan
reservasi hotel 1 hari sebelum berangkat. Saya hanya diberi jatah 1 malam di
Barcelona. Sampai di Barcelona pagi, malamnya nonton konser, besok sore-nya
pulang.

 

Barcelona bagai rumah kedua bagi saya, sudah hafal luar kepala seluk beluk
kota ini, berkat perjalanan sebulan sebelumnya. Tidak perlu berpikir panjang,
dengan mudah dari Airport saya berhasil menemukan Boutique Hotel Bintang 4 yang
sudah di reservasi untuk saya.. Lokasinya sempurna, tengah kota, dan hanya
perlu berjalan kaki dari lokasi konser..

 
Langit sore itu terlalu kelam untuk sebuah konser dari Band Rock yang album
terbarunya disebut-sebut sebagai “The Most Anticipated Album of 2006". Tapi tidak
mengurungkan minat dari sekitar 12 ribu penonton yang memadati Palau Sant Jordi,
Barcelona. Bahkan 4 Jam sebelum konser dimulai, penonton yang mayoritas dari
kelas festival, sudah antri ditengah hujan gerimis menunggu pintu masuk dibuka.

 

Saya sangat beruntung karena mendapat tiket tribun, yang lengkap dengan
nomor duduk, sehingga saya tidak perlu antri. Lokasi duduk saya pun SANGAT PAS,
dekat sekali dengan pangung..

(Liputan konsernya
bisa dibaca di Majalah HAI)

 

Malam itu aksi panggung RHCP sempurna, berhasil membuat saya lupa akan kesendirian
saya…

 

Barca
Esok harinya tidak saya lewatkan percuma.. Berjemur di Pantai Barcelonetta
menjadi pilhan terbaik… Saya hanya ditemani Kacamata Vintage, i Pod nano,
Celana Renang H&M, dan puluhan nudist
yang sangat nyaman tertidur pulas di bawah sengatan matahari mediterania…

 

Semuanya sempurna, nonton konser gratis, akomodasi berkelas, dapat uang
saku berlebih, saya bisa belanja H&M, dapat liburan gratis, dan saya tidak
keluar uang sepeserpun… Luar biasa!!

 

Satu hal yang kurang, saat itu saya tidak dapat berbagi kebahagiaan ini
pada siapapun…

Indra dan Cindy Mewujudkan Mimpi-mimpinya

September 11th, 2006 by indrafebriansyah

Turis_gila
"Dua Manusia dengan kesamaan yang terlalu banyak tidak ideal untuk bercinta.."

Izinkan saya untuk sedikit flash back… Hari-hari dalam mimpi saya
terwujud sejak 5 bulan yang lalu.. Musim Semi, April 2006.

 

Negeri Matador menjadi pilihan pertama untuk dikunjungi. Ini juga menjadi
ajang temu 2 orang berbeda jenis kelamin, berbeda asal kandungan, berbeda
asuhan pula, namun memiliki kesamaan seperti anak ayam yang muka dan fisiknya
sama, semuanya berwarna kuning… Sifat kami pun kurang lebih sama seperti anak
ayam.. Nama kami Indra dan Cindy..

 

Setelah pesawat low cost Vueling saya dari Roma mengalami keterlambatan
selama 1 jam, akhirnya saya sampai di Airport Barcelona. Di tempat menunggu
bagasi saya bertemu Cindy, yang SECARA KEBETULAN pesawat low cost Vueling-nya
juga terlambat 1 jam dari Paris..

 

Itinerari kami adalah Barcelona, Valencia, Granada, dan Sevilla. Dari
Sevilla saya kembali ke Barcelona, sedangkan Cindy terus ke Madrid.. Kebetulan
saat itu saya tidak punya waktu lagi untuk liburan..

 

Barcelona cukup menyenangkan, terutama Hostel yang kami tumpangi, murah
bersih, tengah kota, dan kamar mandi tidak ngantri.., oh ya sarapannya juga ok
banget!! (detil mengenai kota ini akan diceritakan nanti)

 

Tidak ada yang terlalu spesial dari Valencia, hanya kenyataan bahwa kota
ini di pinggir pantai, dan Indra dan Cindy mengalami masa-masa indah disini..

 

Lanjut dari Valencia kami naik bus malam ke Granada. Sampai jam 5 subuh
kami harus berjalan 10KM dengan back pack yang cukup berat akibat belanja
H&M di Barcelona. Sampe di Hostel, kami tertidur pulas.

 

Semua yang ada di Granada membuat saya jatuh cinta pada kota ini. Saat itu
pula kami datang pada saat Semana Santa, atau minggu suci,
bertepatan dengan paskah. Sehingga setiap sore sampai larut malam seisi kota berikut
turis-turisnya tumpah ruah ke jalan menyaksikan parade religius umat Katolik
mengarak patung Yesus dan Bunda Maria keliling kota. Hal lainnya, tentu saja
Al-Hambra, peninggalan Kerajaan Islam terbesar di dunia barat. Setiap detil
arsitekturnya mengagumkan, hangat, dan sangat bersahaja. Jauh sekali berbeda
dari Gereja-gereja Gothik yang megah, dingin, dan terkadang mengerikan.

 

Indra dan Cindy sangat bersemangat mengunjungi Al-Hambra. Setelah hari
sebelumnya kami ditolak masuk setelah ngantri setengah jam karena tiket masuk
sudah habis, maka hari berikutnya dengan penuh semangat kami mendaki gunung
pada pukul setengah 5 pagi yang gelap dan DINGIN, demi mencapai Istana
Al-Hambra. Sesampai disana antrian sudah terlihat. Ada sepasang ibu-ibu Spanyol
yang ternyata lebih BERSEMANGAT dari kami sudah menunggu di mulut antrian. 3
Jam kami mengantri di tengah lapar dan dingin, sangat tidak membuat kami
menyesal, karena kami sudah melihat satu dari keajaiban arsitektur dunia..

 

Sevilla kami kunjungi dengan penuh kekhawatiran, karena seperti yang sudah
saya maklumi sebelumnya, Cindy lupa untuk mem-booking hostel. Alhasil kami
sempat berkeliling-keliling setiap sudut kota selama 2 jam untuk mencari kamar
kosong, yang pada saat itu harganya sudah membumbung tinggi, sebagai akibat
dari
Semana Santa.

 

Sevilla, indah, selain pengalaman berjalan 2 jam dengan back pack kota ini
tidak terlalu membuat saya terkesan..

 

Kami berpisah disini, meninggalkan senyuman, dan kebulatan tekad untuk
melakukan perjalanan bersama lagi, mungkin ke Yunani, Asia Tenggara, Afrika
Utara, atau Indonesia… Hanya saja dengan garis besar:

 

Kami tidak akan menggunakan back pack lagi, tapi dengan KOPER BERODA

 

 

“Setelah menghabiskan 24 jam selama lebih dari 1 minggu bersama Cindy, saya
mengurungkan niat saya untuk menikahinya… Bukan karena saya berhenti
mencintainya…”

Cinta dan Perjalanan

September 11th, 2006 by indrafebriansyah

Sudah lama sekali tidak menulis di Blog ini.. Rindu rasanya untuk berbagi
pengalaman.. Tapi sayangnya pengalaman-pengalaman baru saya bukan pengalaman
cinta, seperti seharusnya menjadi tema besar dari blog ini, melainkan pengalaman
berpesiar..

 

Tapi tak apalah.. bukankah;

“80 % orang yang melakukan perjalanan (Traveling) pasti menemukan cinta??..”

 

Matador

April 18th, 2006 by indrafebriansyah

Dsc00389
"Jahat tidak selamanya jahat, baik tidak selamanya baik…"

Manusia harus belajar sesuatu dari hijrah yang dilakukannya, Saya belajar pepatah ini dari hijrah saya kemarin ke negeri matador…

Di negeri itu saya benar-benar menonton dari jarak yang sangat dekat sekali (baris ke-2) pertarungan antara Matador dan Banteng.

Alkisah, matador dilambangkan sebagai kekuatan baik atau pahlawan, sedangkan Banteng hitam dilambangkan sebagai kekuatan jahat. Pertarungan ini adalah pertarungan hidup mati antara kekuatan baik dan kekuatan jahat…

Bagaikan cerminan dari kehidupan nyata, sudah dapat ditebak bahwa kekuatan baik akan menang melawan kekuatan jahat, dan karena ini pertarungan hidup mati, sang kekuatan jahat yang dilambangkan sebagai banteng hitam sudah pasti mati.. Bahkan dengan cara yang sangat mengenaskan.

Kemungkinan banteng ini menang, hhmmm… 0%, karena, meskipun, APABILA banteng ini sangat digjaya menumpas keahlian sang matador, dia akan mati juga, dibunuh oleh teman-teman sang matador.. (backingan sang kekuatan baik), sekali lagi dengan cara yang sangat mengenaskan. Sekedar tambahan, sang matador tidak membunuh sang banteng sendirian, karena sebelumnya teman-teman matador itu sudah melumpuhkan sang Banteng terlebih dahulu, baru kemudian dia membunuhnya dengan tangan sendiri, dan kemudian dia dianggap sebagai pahlawan.

Bahaya sekali, apabila seseorang dianggap sebagai pahlawan, atau simbol kekuatan baik.

Di dunia nyata kita mengenal sosok George Bush, yang tidak hanya dianggap, tapi menganggap dirinya sebagai simbol kekuatan baik, bahkan sebagai pahlawan penumpas kejahatan. Dan persis seperti modus operandi matador, dia membunuh dan menghancurkan kekuatan yang dianggapnya jahat tidak sendirian, melainkan bersama sekutu-sekutunya… Namun yang pada akirnya dianggap atau menganggap dirinya pahlawan adalah DIA..

Kalau di Indonesia kita punya FPI, luar biasa bukan kekuatan mereka dalam membunuh kejahatan?

Kebaikan yang luar biasa kuat sehingga mampu membunuh kejahatan yang tidak berdaya apakah masih dapat disebut kebaikan?

Cinta tentunya adalah kekuatan baik, yang melawan Benci… Cinta yang terlalu adidaya akan dengan mudah membunuh benci yang tidak berdaya.

Pada saat itu cinta berubah menjadi benci, karena cinta sifatnya tidak membunuh..

Percaya Ngga Percaya

April 7th, 2006 by indrafebriansyah

"Biasanya saya selalu berhasil untuk mempercayai apa yang ingin saya percayai"

Kali ini kenapa terasa begitu sulit?

lelah, sudahlah biar anti virus di hati saya saja yang bekerja, biar dihapus hal buruk itu… meskipun tidak sepenuhnya terhapus, melainkan savely stored in recycle bin..

Saya pergi liburan dulu…

kata Nicholas Saputra, "Hilang, hilang saja Kau Pekat!!!"

Sebagian besar dari kita lebih mudah mempercayai gosip miring ketimbang fakta yang lurus… karena memang lebih menyenangkan untuk dipercaya!"

Otak dan Hati

April 6th, 2006 by indrafebriansyah

I Always Believe What You Dont Know Wont Kill You…

Dan saya sudah menjadi pengikut ajaran ini dari lama.. Banyak hal ganjil yang datang, tapi saya memilih untuk tidak mencari tau.

Anehnya hari ini, entah ada setan dari mana, ketaqwaan saya akan ajaran itu seakan pudar… Saya khilaf!!

Saya mencari tahu….

And it’s true…. It’s killing me!!

Otak dan hati jadi tidak singkron…

Hati berkata: "Bajingan, ternyata dia tidak se-suci itu!!! Jadi selama ini kata-katanya??"

Otak berkata: " Gak mungkin ndra, masa lu percaya omongan bocah Big Mouth itu?? Dari cara ngomongnya aja lo udah ngga suka.., dia pasti memutar balikan fakta.. Sedangkan kamu kenal banget orang yang kamu sayang ini, She do nothing but loving you, she’s an angel, no one ever treat you better than her!!"

Sedikit tenang… otak saya memang jenius, selalu mengatakan logika yang biasanya saya ikuti.

Itulah kehebatan saya, saya jarang terlalu lama sakit hati, karena rasa sakit itu ngga pernah sampe ke otak saya… hanya sampai hati.. And you know what? My heart has this anti virus to elliminate bad things less than two days… But stored in a recycle bin.. (untuk suatu saat bisa dengan tiba2 pop up)

Saya Memilih untuk percaya pada logika ketimbang perasaan… cause it less hurting..