Matador
Tuesday, April 18th, 2006
"Jahat tidak selamanya jahat, baik tidak selamanya baik…"
Manusia harus belajar sesuatu dari hijrah yang dilakukannya, Saya belajar pepatah ini dari hijrah saya kemarin ke negeri matador…
Di negeri itu saya benar-benar menonton dari jarak yang sangat dekat sekali (baris ke-2) pertarungan antara Matador dan Banteng.
Alkisah, matador dilambangkan sebagai kekuatan baik atau pahlawan, sedangkan Banteng hitam dilambangkan sebagai kekuatan jahat. Pertarungan ini adalah pertarungan hidup mati antara kekuatan baik dan kekuatan jahat…
Bagaikan cerminan dari kehidupan nyata, sudah dapat ditebak bahwa kekuatan baik akan menang melawan kekuatan jahat, dan karena ini pertarungan hidup mati, sang kekuatan jahat yang dilambangkan sebagai banteng hitam sudah pasti mati.. Bahkan dengan cara yang sangat mengenaskan.
Kemungkinan banteng ini menang, hhmmm… 0%, karena, meskipun, APABILA banteng ini sangat digjaya menumpas keahlian sang matador, dia akan mati juga, dibunuh oleh teman-teman sang matador.. (backingan sang kekuatan baik), sekali lagi dengan cara yang sangat mengenaskan. Sekedar tambahan, sang matador tidak membunuh sang banteng sendirian, karena sebelumnya teman-teman matador itu sudah melumpuhkan sang Banteng terlebih dahulu, baru kemudian dia membunuhnya dengan tangan sendiri, dan kemudian dia dianggap sebagai pahlawan.
Bahaya sekali, apabila seseorang dianggap sebagai pahlawan, atau simbol kekuatan baik.
Di dunia nyata kita mengenal sosok George Bush, yang tidak hanya dianggap, tapi menganggap dirinya sebagai simbol kekuatan baik, bahkan sebagai pahlawan penumpas kejahatan. Dan persis seperti modus operandi matador, dia membunuh dan menghancurkan kekuatan yang dianggapnya jahat tidak sendirian, melainkan bersama sekutu-sekutunya… Namun yang pada akirnya dianggap atau menganggap dirinya pahlawan adalah DIA..
Kalau di Indonesia kita punya FPI, luar biasa bukan kekuatan mereka dalam membunuh kejahatan?
Kebaikan yang luar biasa kuat sehingga mampu membunuh kejahatan yang tidak berdaya apakah masih dapat disebut kebaikan?
Cinta tentunya adalah kekuatan baik, yang melawan Benci… Cinta yang terlalu adidaya akan dengan mudah membunuh benci yang tidak berdaya.
Pada saat itu cinta berubah menjadi benci, karena cinta sifatnya tidak membunuh..