Otak dan Hati

I Always Believe What You Dont Know Wont Kill You…

Dan saya sudah menjadi pengikut ajaran ini dari lama.. Banyak hal ganjil yang datang, tapi saya memilih untuk tidak mencari tau.

Anehnya hari ini, entah ada setan dari mana, ketaqwaan saya akan ajaran itu seakan pudar… Saya khilaf!!

Saya mencari tahu….

And it’s true…. It’s killing me!!

Otak dan hati jadi tidak singkron…

Hati berkata: "Bajingan, ternyata dia tidak se-suci itu!!! Jadi selama ini kata-katanya??"

Otak berkata: " Gak mungkin ndra, masa lu percaya omongan bocah Big Mouth itu?? Dari cara ngomongnya aja lo udah ngga suka.., dia pasti memutar balikan fakta.. Sedangkan kamu kenal banget orang yang kamu sayang ini, She do nothing but loving you, she’s an angel, no one ever treat you better than her!!"

Sedikit tenang… otak saya memang jenius, selalu mengatakan logika yang biasanya saya ikuti.

Itulah kehebatan saya, saya jarang terlalu lama sakit hati, karena rasa sakit itu ngga pernah sampe ke otak saya… hanya sampai hati.. And you know what? My heart has this anti virus to elliminate bad things less than two days… But stored in a recycle bin.. (untuk suatu saat bisa dengan tiba2 pop up)

Saya Memilih untuk percaya pada logika ketimbang perasaan… cause it less hurting..

2 Responses to “Otak dan Hati”

  1. Rio Says:

    Memilih untuk percaya pada logika memang lebih tidak menyakitkan. Namun, apakah menjamin kebahagiaan? Karena di saat memilih nalar, kita menjadi tidak dapat merasakan. Apapun.

    Ijinkan saya menutup komentar ini dengan kutipan dari orang yang perannya sangat penting di hidup saya. Katanya, “Being single is great, but everybody WANTS to fall in love.”

    Rite?

  2. Vebi Says:

    wah berat nih mas indra…
    dari komentar temennya mas indra tuh kaya’nya bener juga.
    tapi yg aku rasain n aku lakukan sekarng yahh kaya’ yang mas indra bilang itu…
    karena “positive thinkiing is better than heart fellings”…

Leave a Reply