Jangan bangunkan saya dari mimpi ini.. Sorento, Capri
Monday, September 18th, 2006
Dulu hobi saya adalah menontonE! Entertainment, dimana salah satu
episodenya adalah liputan mengenai Tempat Liburan Favorit Para Selebriti Dunia.
Dalam tayangan itu disebut sebut Pulau Capri sebagai salah satu tempat liburan favorit para
selebriti dan jetset dunia, termasuk para Sheik Arab, Putri Caroline dari
Monaco, Monica Bellucci, Francesco Totti, dan Mariah Carey yang sempat merekam
Against All Ods di Pulau ini..
Saya bermimpi berada di Pulau itu…
Tentu saja saya bukan golongan para jetset tersebut, saya juga tidak
memiliki Yacht pribadi yang bisa mengantarkan saya kesana..
Tapi saya punya keberuntungan.. Akhir Juli 2006 Seorang teman, saya
menyebutnya Sinterklas. Kebetulan saat itu dia sedang kesepian… Saat kesepian, hasrat untuk berliburnya meninggi, mungkin setinggi hasrat melacurnya.., dan dia bersedia mengajak 3
mahasiswa kere Kota Roma untuk berlibur di Pulau Capri.
“Tapi kita
nginepnya di Sorento ya, biar murah..” ujarnya… Tak apalah Sorento – Capri hanya 20 menit naik kapal.. Lagi
pula kan kita mahasiswa murahan yang dibayarin, masa protes?
Perjalanan menuju Sorento seharusnya hanya membutuhkan kurang dari 3 jam,
tetapi karena Sinterklas yang nyetir, jadi perjalanan waktu itu memakan hampir
4 jam.. Maklum biasa di Kutub Utara..
Singkat kata, Sorento Kota yang sangat menyenangkan untuk musim panas,
penuh turis, penuh kehidupan, penuh matahari…
Sinterklas dan 2 mahasiswa
Indonesia lainnya sibuk melindungi diri dari sinar matahari, dan tiada hentinya
mengambil foto-foto diri…
Inilah fenomena generasi muda Indonesia sejak
ditemukannya Kamera Digital, lebih mewabah lagi sejak ditemukannya situs ini,
iya ini.. Friendster!!! Cawpee, Dweeehhh….
Saya sibuk berhayal… “Andai saya disini bersama dia…”
Besoknya kami ke Pulau Capri.. Seisi pulau kami jelajahi dalam sehari
penuh, berikut kata-kata yang sempat saya ucapkan di Pulau ini..:
- “Wahhh indah ya…”
- “Ih kalian ngapain sih ke pantai kok malah nongkrong neduh di warung??”
- “Gue berenang dan berjemur dulu yaahh..”
- “Eh kita boat trip yuukk, 2 jam keliling Pulau, bayar sendiri-sendiri deehh..”
- “Wahhh, edan itu Yacht-nya mewah bangeettt!!..”
- “Ih gila banyak banget ya orang kaya disini, Yacht-nya banyak banget, eh tuh liat
Yacht-nya punya orang Arab tuh, Pantesan GEDONG!! Pasti juragan minyak deh..” - “Eh Sinterklas, kok diem aja? Aduuuhhh repot Sinterklas mabok laut!!”
- “Eh kita naik Funicular yuuk, sampe atas bukit..”
- “Edan pemandangannya disini, keren bangettt!”
- “Busyeet deh Pulau sekeci ini toko-tokonya Bulgari, Valentino, Prada, edaaann, ih liat tuhh
istri2 sheik arab lagi belanja! Itu bodyguardnya tuhh, kesian ya panas-panas pake jas..” - “Guys buruan ntar ketingalan kapal, jangan foto-foto mulu atuuhh..”
- “Wah gue beruntung banget ya.. Ngga kebayang mahasiswa kere kaya gue bisa ngeliat yang
beginian..”
Pulangnya memakan waktu lebih lama dari perginya, Sinterklas tadi siang
mabok laut soalnya…
Dalam perjalanan pulang saya bermimpi sekali lagi…
“Tuhan… Jika Engkau akan membangunkanku dari mimpi ini, pastikan aku
bangun dalam keadaan bersyukur…”




